Tantangan terbesar bagi Bangsa Indonesia adalah memenuhi ketahanan pangan di era pemanasan global. Dalam hal ini, peran para ahli teknologi pangan menjadi sangat penting, untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan tersebut. Atas dasar itulah para ahli teknologi pangan yang tergabung dalam Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) mengangkat tema utama dalam seminar tahun ini "Peran Teknologi untuk Pengembangan Pangan yang Berkualitas, Aman, dan Terjangkau Masyarakat". Seminar yang digelar oleh PATPI Cabang Manado dengan bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Pangan dan Program Pasca Sarjana Univertistas Sam Ratulangi ini dilangsungkan di Hotel Aryaduta Manado pada 15-17 September 2011.
Acara dihadiri oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof Dr. Donald A Romokoy, Sekretaris Daerah Provinsi Manado Siswa Rachmad Mokodongan, dan perwakilan dari Texas A&M University Timothy E Davis. Ketua Panitia Seminar PATPI 2011 Prof Dr Frans Ijong menjelaskan, peserta seminar berasal dari berbagai daerah di Indonesia berjumlah tidak kurang dari 200 peserta, dengan menyajikan 7 makalah utama serta 173 pemakalah, baik oral dan poster. "Seminar diikuti oleh para peneliti, praktisi di bidang pangan, para mahasiswa serta beberapa peserta dari luar negeri," kata frans.
Rektor Universitas Sam Ratulangi Donald Rumokoy menambahkan, ia mengharapkan agar seminar dapat menjadi wahana saling tukar menukar informasi dan membahas hasil-hasil penelitian dan pengembangan teknologi pangan. Di samping itu, "Diharapkan pula adanya sumbangan pemikiran terhadap isu-isu terkini keamanan pangan sebagai bahan rekomendasi dan solusi permasalahan serta perbaikan kebijakan pangan di Indonesia, serta dunia.
Wakil Ketua PATPI Prof Dr Rindit Pambayun di sela-sela acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut mengatakan, salah satu peran penting ilmu dan teknologi pangan yakni pengenalan beraneka ragam produk pangan baru yang aman, berkualitas sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan dan memperluas akses produk pangan tersebut ke lingkup yang lebih luas. "Ilmu dan teknologi pangan diharapkan mampu berperan memperkenalkan budaya makan khas daerah untuk mendukung sistem pangan nasional," kata Rindit. @andangsetiadi

