
Himbauan potensi karsinogenik senyawa akrilamida telah didengungkan sejak tahun 2002 oleh The Swedish National Food Administration dan The University of Stockholm. Kemudian pada tahun 2015, European Food Safety Authority (EFSA) secara resmi menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji in vivo, disimpulkan bahwa akrilamida pada pangan memiliki potensi untuk meningkatkan risiko
pembentukan sel kanker pada manusia di seluruh jenjang usia, serta memiliki pengaruh yang berbahaya pada sistem saraf.
Salah satu upaya untuk meminimalisasi terbentuknya senyawa akrilamida pada produk olahan kentang dapat dilakukan dengan pengendalian bahan baku sejak proses penanaman. Kentang diketahui sebagai salah satu pangan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan memiliki potensi untuk membentuk karbohidrat
sederhana seperti gula mono- dan di-sakarida selama penyimpanan.
Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Desember 2018: Better-for-You Snacks. Pembelian & Berlangganan hubungi kami: langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

