Strategi pengembangan peptida bioaktif pada produk susu

Melihat potensi peptida bioaktif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan, maka ragam produk fermentasi susu dapat dikembangkan sehingga mempunyai sifat fungsional dengan komponen peptida bioaktif yang spesifik. Hafeez dkk. (2014) beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk pengembangan peptida bioaktif pada produk susu, yaitu (i) penggunaan sistem proteolisis dari bakteri asam laktat (BAL) untuk menghasilkan peptida bioaktif, (ii) produksi peptida bioaktif di luar produk susu fermentasi, misalnya secara in vitro yang diikuti dengan suplementasi ke susu, dan (iii) eksplorasi produksi peptida bioaktif menggunakan teknologi rekombinasi DNA.

Asam amino bebas dan peptida dihasilkan LAB  sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan karena LAB tidak mampu mensintesis semua asam amino yang dibutuhkannya. Proses sintesis tersebut juga menghasilkan peptida bioaktif yang tidak dikonsumsi oleh bakteri seperti halnya peptida yang banyak terkandung dalam produk susu fermentasi. Sistem proteolisis LAB secara umum terdiri atas tiga bagian yaitu (i) adanya cell envelope proteinase (CEP) yang mampu menghidrolisis protein menjadi peptida dengan jumlah residu asam amino 4-30, (ii) adanya sistem transportasi peptida, dan (iii) adanya peptidase intraseluler yang mendegradasi peptida internal menjadi asam amino. Oleh karena itu, CEP menjadi tahap awal dalam hidrolisis protein susu karena menghasilkan komponen-komponen peptida bioaktif utama.

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juni 2018: Dairy Opportunity.

Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039