Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

 

Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia. Pangan steril komersial mempunyai nilai pH di atas 4,6 dan aktivitas air (aw, water activity) di atas 0,85 yang merupakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum. Oleh karena itu, diperlukan proses panas yang cukup untuk menurunkan spora Clostridium botulinum sampai batas aman, yaitu dengan F0 minimal 3 menit. F0 adalah ukuran kecukupan panas untuk proses sterilisasi komersial yang dinyatakan ekuivalen waktu pemanasan dalam satuan menit pada suhu 121,10C atau 2500F.

 

Verifikasi terhadap validasi proses panas yang dilakukan oleh industri dalam rangka PMR terfokus pada pengujian distribusi dan penetrasi panas. Pengujian distribusi panas dilakukan dengan menempatkan thermo data logger pada beberapa titik dalam retort. Selain itu, dilakukan pula varifikasi performa retort. Salah satu hasil dari pengujian distribusi panas ini adalah diperolehnya titik terdingin,  coldest point, atau slowest heating point. Sementara itu, pengujian penetrasi panas dilakukan dengan penempatan data logger pada produk yang terfokus pada titik terdingin produk. Hal tersebut untuk memverifikasi kecukupan panas yang diterima produk hingga akhirnya diperoleh nilai F0.

 

 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017