
Bio-nanokomposit dapat didefinisikan sebagai sistem campuran dari biopolimer sebagai matriks (fase pendispersi) dengan bahan pengisi material nano (fase terdispersi) yaitu material dengan ukuran nano (1-100 nm) pada salah satu dimensinya (Rhim et al., 2013). Tabel 1 menjelaskan jenis-jenis material nano yang dapat dipilih sebagai bahan pengisi suatu biopolimer sesuai dengan target kegunaan yang diinginkan, misalnya untuk meningkatkan sifat barrier terhadap oksigen dan sekaligus meningkatkan kekuatan mekanis dapat dipilih bahan pengisi tipe nanoclay. Aplikasi nanokomposit telah dibuktikan dapat meningkatkan kekuatan mekanis (tensile strength) tanpa penurunan sifat elastisitasnya, meningkatkan sifat barrier terhadap oksigen, uap air dan sinar UV, serta dapat menurunkan biaya serta berat kemasan. Khusus untuk material nano dari jenis logam atau oksida logam, seperti nanopartikel perak, ZnO, dan TiO2 diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat dalam melawan bakteri gram positif dan gram negatif maupun kapang patogen (Kanmani dan Rhim et al. 2014) sehingga penggunaannya sebagai bahan pengisi akan dapat memberikan fungsi lebih sebagai kemasan antimikroba.
Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

