Saatnya Kaum Muda Kembangkan Kakao Indonesia

Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia yang diikuti dengan tingginya permintaan dan kestabilan harga. Pada akhir 2015, diketahui komoditas kakao berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) sebesar 9%. Namun, hal tersebut belum diiringi oleh ketertarikan dan partisipasi kaum muda di sektor pertanian kakao, yang berdampak pada keberlanjutan sektor ini di masa mendatang. Fakta tersebut tercermin dari hasil penelitian Mondelez Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memperlihatkan rendahnya partisipasi kaum muda dalam pertanian kakao. Selain itu, petani kakao masih didominasi oleh small holder farmer atau petani dengan lahan kecil yang berusia di atas 40 tahun.

"Kaum muda sebagai generasi penerus merupakan pilar penting dalam program Cocoa Life. Kami bergerak untuk menjadikan pertanian kakao sebagai wadah yang menjanjikan bagi kaum muda untuk tumbuh dan berkarir," tutur Khrisma Fitriasari, Head of Corporate & Government Affair Mondelez Indonesia, dalam acara Youth Engagement in Sustainable Agriculture yang di selenggarakan di Jakarta pada 15 November 2016.

Di antara solusi yang ditawarkan adalah dengan mendukung dan memfasilitasi kaum muda dengan mengadakan pelatihan pertanian kakao. Selain itu, pemuda juga dilibatkan dalam komunitas dalam rangka penyediaan alat-alat pertanian kakao. KI-29