Dalam melakukan fortifikasi vitamin dan mineral,
produsen harus memperhatikan berbagai aspek,
termasuk dalam hal metabolisme. Fortifikasi harus
dilakukan secara tepat, agar memberikan manfaat
yang optimal bagi konsumen.
Tubuh sebagian besar
tersusun dari air, yakni
mencapai 61%. Kemudian
diikuti oleh protein dan lemak
dengan jumlah masing-masing
sekitar 17% dan 14%. Sedangkan
mineral hanya berkisar 6%, dan
vitamin kurang dari 1%. Hal
tersebut diungkapkan oleh
Guru Besar (Em.) Departemen
Ilmu dan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Pertanian IPB
Bogor –Prof. Deddy Muchtadi
dalam Seminar FOODREVIEW
INDONESIA, 13 Mei lalu. “Oleh
sebab itu, asupan zat gizi harus
berada dalam jumlah yang
sesuai dengan kebutuhan. Jika
kekurangan dapat menyebabkan
defisiensi, sedangkan bila
berlebihan dapat menyebabkan
toksisitas,” kata Deddy.Oleh: Prof. Deddy Muchtadi
Guru Besar (Em.) Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan Fakultas Teknologi
Pertanian IPB Bogor
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Juni 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

