Pemanfaatan dan Pengembangan Capsaicin

Selain capsaicin, terdapat

senyawa lain yakni

dihidrocapsaicin atau {N-[4-

hydroxy-3-methoxy-phenyl)

methyl]-8-methyl-nonanamide}

yang juga memberikan sensasi

pedas. Kedua senyawa tersebut

paling bertanggung jawab

terhadap rasa pedas pada

cabe. Proporsi kedua senyawa

tersebut terhadap rasa pedas

dapat mencapai 80-90% dari

total rasa pedas. Tingkat pedas

cabe sangat dipengaruhi oleh

tingkat kematangan, lingkungan

pertumbuhan dan jenis/

klon. Rasa pedas pada cabe

telah terstandardisasi dengan

baik, yakni unit Scoville yang

ditemukan oleh Wilbur Scoville

pada tahun 1912. Standar

kepedasan digunakan untuk

menunjukkan tingkat pedas

dari cabe. Dalam perdagangan

dunia telah dipunyai standar

internasional tentang perdagangan

cabe (Tabel 1) yang dibentuk oleh

Codex Alimentarius.Saat ini banyak dikembangkan

jenis/klon cabe yang memiliki

tingkat pedas lebih dari 100.000 US

(Jamaican Hot: 100,000-200,000 US,

Habanero chili pepper: 100,000 -

350,000 US, dan lain-lain). Bahkan

telah dihasilkan jenis/klon baru

yang mempunyai tingkat pedas

lebih dari 1 juta (Bhut Jolokia:

1,001,304 US; Naga Viper: 1,382,118

US). Bagi yang suka dengan cabe

dengan rasa super pedas dapat

dicoba Trinidad Scorpion Butch T

dan Carolina Reaper dengan level

pedas sekitar 1,5 juta US. Bahkan

pada tahun 2012 telah diumukan

cabe jenis baru dengan tingkat

pedas mencapai lebih dari 2 juta

US yakni Trinidad Moruga Scorpion.

Oleh Dr. Supriyadi

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Yogyakarta

Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Maret 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id