Biogenesis Senyawa Flavor Pandan dari Karoten

Sebagai pewarna alami,

daun pandan sudah banyak

digunakan di berbagai

produk pangan tradisional seperti

cookies, cake, roti dan makanan

ringan lainnya. Sedangkan

sebagai peningkat aroma, daun

pandan sudah sejak dahulu

digunakan untuk meningkatkan

aroma pada beras, sehingga beras

memiliki aroma yang wangi

bahkan bisa menyaingi aroma

beras premium seperti beras

jasmine dan beras basmati. Di sisi

lain, tanaman pandan ternyata

juga memiliki dampak positif

terhadap kesehatan. Salah satu

protein yang diisolasi dari daun

pandan yang bernama p andanin

ternyata berdampak positif untuk

mencegah pertumbuhan virus

infl uenza dan virus herpes.

Biogenesis pembentukan

senyawa fl avor dari karoten

pada daun pandan

Pernahkah Anda memikirkan

ternyata ada kaitannya antara

senyawa pewarna alami dari

golongan karotenoid dengan

senyawa fl avor pada daun

pandan. Seperti diketahui

senyawa karotenoid merupakan

salah satu jenis pewarna alami

yang termasuk dalam kelompok

tetraterpenoid yang merupakan

senyawa rantai panjang dengan

40 atom karbon yang dibentuk

dari empat unit terpen (dengan

masing-masing terdiri dari 10

atom karbon). Karotenoid dapat

diklasifi kasikan menjadi kelompok

karoten dan xanthofi l. Perbedaan

utama dari dua kelompok

ini, dimana senyawa karoten

merupakan salah satu kelompok

karotenoid yang tidak memiliki

atom karbon pada struktur

kimianya, contohnya b-carotene.

b-carotene merupakan salah satu

senyawa yang disebut provitamin

A yang akan dimetabolisme

dalam tubuh menjadi vitamin A

(retinol). Kelompok lainnya yaitu

senyawa xanthofi l

yang merupakan

senyawa karotenoid

yang memiliki gugus

atom oksigen pada

struktur kimia salah

satu contohnya

adalah zeaxanthin

yang banyak ditemui

di jagung. Berdasarkan

hasil HPLC terdapat

beberapa senyawa

karotenoid yang

dapat diidentifi kasi

pada daun pandan.

Senyawa mayor yang

dapat teridentifi kasi

diantaranya

b-carotene dan

lutein. Selain

karotenoid mayor,

juga bisa ditemukan

beberapa karotenoid

minor diantaranya

violaxanthin,

neoxanthin,

zeaxanthin dan α-carotene.

Oleh Andriati Ningrum

Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,

FTP, UGM *

Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Maret 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id