Karbohidrat dalam Minuman Olahraga

Sport Drink atau minuman olahraga banyak dikonsumsi oleh para atlet. Ada tiga jenis minuman ini yang dapat kita jumpai, yaitu isotonic, hypertonic, dan hypotonic sport drinks. Beberapa hal penting untuk dilihat dari minuman ini adalah osmolalitas, konsentrasi karbohidrat, dan jenis karbohidrat. Sukrosa tidak ideal untuk digunakan di dalam minuman kesehatan atau sport drink. Salah satu alasannya adalah jenis minuman ini diformulasi ke dalam osmolalitas (konsentrasi dari partikel di dalam larutan/ kepekatan) yang spesifik. Seiring berjalannya waktu, sukrosa akan diinversi oleh asam di dalam minuman tersebut menjadi dekstrosa (yang pada dasarnya adalah glukosa) dan fruktosa. Dekstrosa dan fruktosa memiliki berat molekul yang berbeda dari sukrosa. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan osmolalitas dari minuman.

Dalam prakteknya, jumlah sukrosa yang diinversi akan bergantung pada jenis dan jumlah asam yang digunakan di dalam minuman. Adanya asam bersama dengan kondisi penyimpanan minuman dengan temperature tinggi, dapat meningkatkan laju inversi. Penggunaan asam lemah, seperti asam sitrat, dapat menurunkan inversi sukrosa. Perubahan ini dalam osmolalitas minuman yang dimaniskan dengan sukrosa mengartikan bahwa minuman yang awalnya sebuah minuman isotonic bisa menjadi minumanhypertonic. Hal ini mengartikan bahwa konsentrasi gula dari minuman lebih tinggi dari konsentrasi gula pada tubuh manusia.

Perubahan ini dapat mempengaruhi manfaat dari minuman tersebut. Isotonic sport drink umumnya mengganti cairan tubuh dan memberi tambahan karbohidrat, sedangkanhypertonic sport drink mengganti cairan tubuh tanpa adanya tambahan karbohidrat.Hypertonic sport drink cocok untuk atlet pesenam, sedangkan isotonic sport drink cocok untuk atlet berjalan cepat jarak menengah atau jarak jauh atau beregu.

Jenis karbohidrat penting untuk meningkatkan manfaat minuman ini. Maltodekstrin merupakan karbohidrat kompleks tetapi memiliki indeks glikemik tinggi dan berdampak kadar gula darah secara cepat. Jenis karbohidrat ini cocok untuk orang yang berlari jauh atau bersepeda untuk mengisi kembali simpanan energi. Fruktosa merupakan karbohidrat dengan indeks glikemik yang rendah. Karbohidrat ini diserap secara lambat untuk menyediakan energi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, konsentrasi karbohidrat harus kurang dari 8% untuk penyerapan cairan dan pengiriman energi yang optimal. Konsentrasi karbohidrat lebih dari 8% dapat menyebabkan kram perut dan diare. Berlian

Referensi

Adele, Stephen & Rehan Jalali. 2007. Sport Supplement Buyer’s Guide. Laguna Beach: Basic Health Publication Inc.

Anonim. Sport Drink [terhubung berkala] http://www.diabetes.co.uk/sports-drinks.html. Akses pada 18 Februari 2013.

Hull, Peter. 2010. Glucose Syrups: Technology and Applications. Iowa: Wiley-Blackwell.